Fast Respon WA ke 085210623636

Perbedaan Takdir dan Nasib

blogger templates


Nisab antara takdir dan nasib adalah ittihadu Al-ma’na, ikhtila fi Al-I’tibar, artinya satu maknanya berlainan arah pandangnya.

Suatu contoh si Zaid adalah seorang pegawai negeri. “Kepegawai negerian” dipandang bahwa ia meruapakan ketentuan dan perbuatan Allah yang tak dapat di bantah, maka ia dikatakan takdir. Dan apabila dipandang dari sudut keadaan diri si Zaid sendiri dimana dia tidak lain melainkan hanya menerima saja  itu disebut nasib.

Kesimpulannya adalah perbedaan takdir dan nasib yaitu terletak dari cara memandangnya. Dari Allah disebut takdir, dari sisi Zaid disebut Nasib. Maka “kepegawaian negeri” si Zaid bisa dikatan sebagai takdir Allah, bisa juga disebut nasib si Zaid.

Sedangkan untuk persamaannya takdir dan nasib yaitu pada namanya “Kepegawaian negerian”. Maka makna takdir dan nasib berkumpul dalam “Kepegawaian negerian”, ini yang dimaksud ittihadu al-ma’na, ikhtilaf fi al-i’tibar.

Untuk lebih jelasnya, disebutkan dalam lisanu Al-‘Arab, juz ke VI halaman 383,
Telah berkata Abu Mansur : Allah menakdirkan akan mahluk yaitu Allah memudahkannya akan tiap-tiap satu daripada mereka, bagi apa yang telah diketahuinya bahwa mereka akan menjadi begitu. Jelasnya bahwa Allah telah mengetahui mereka sebelum Allah menjadikan mereka, maka menetpkan ilmu-Nya yang tak mempunyai permulaan yang terdahulu pada mereka dan ditakdirkannya menurut kadar tertentu.

Abu Mansur pula dalam kitab yang sama pada juz ke II halaman 258 mengatakan :

Nasib artinya bagian dari tiap-tiap sesuatu.

0 Response to "Perbedaan Takdir dan Nasib"

Posting Komentar