Fast Respon WA ke 085210623636

Perbedaan Hawa dan Nafsu

blogger templates


Dalam diri manusia itu ada Ruh dan ada Nafsu. Kalau anda mengerti, bahwa mata itu tempat penglihatan, telinga itu tempat pendengaran, hidung itu tempat menciuman, maka ruh dan hati itu adalah tempat-nya sifat-sifat yang baik, dan nafsu adalah tempatnya sifat-sifat yang buruk. Maka kencederungan nafsu kepada segala keinginannya disebut Hawa.

Walaupun asal makna nafsu itu adalah adanya sesuatu atau dirinya dan makna Hawa itu aalah kecintaan atau keasyikan. Namun sandaran kami dalam uraian ini adalah ar-Risalatu Al-Qusyariyyah, karya Al –Imam Jami’u Baina as-Sari’ati Wal Al-Haqiqati, Abu Qasim ‘Abdul Karim Ibnu Hawazin Al-Qusyairi, ia mengatakan :
Dan sebagian sah bahwa mata itu tempat melihat, dan telinga sah tempat mendengar dan hidung itu tempat mencium dan mulut itu tempat mencicipi, sedang yang mendengar, yang melihat, yang mencium dan yang mencicipi, sesungguhnya adalah keseluruhannya yang disebut insan atau manusia, maka seperti itulah tempat sifat-sifat yang terpuji, yaitu hati dan ruh. Dan tempat sufat-sifat yang tercela itu adalah nafsu. Dan nafsu itu satu bagian dari jumlah ini. Dan hati satu bagian dari jumlah ini. Dan hukum dari nama itu kembali kepada jumlah (kalimat).

Sedangkan pengertian HAWA, menurut apa yang diutarakan oleh as-Sayyid Al-Jurjani dalam at-Ta’rifatnya pada halaman 299 mengatakan :
Hawa itu kencendrungan nafsu kepada apa yang dirasa lezat cita rasanya, dari pada segala keinginan yang timbul bukan dari ajakan agama.

Mudah-mudahan jelaslah dari jawaban kami ini, dapat kami katakan bahwa nafsu itu adalah zatnya, sedangkan Hawa itu adalah sifatnya, atau kecenderungannya, boleh juga rangsangannya atau dorongannya. Firman Allah dalam Surat An-Naziat [79] ayat 40-41, yaitu ;




Dan adapun orang yang takut saat pertemuan dengan Tuhannya dan dicegah nafsunya dari rangsangannya, maka sesungguhnya syurga itulah tempat tinggalnya.

0 Response to "Perbedaan Hawa dan Nafsu "

Posting Komentar