Fast Respon WA ke 085210623636

PERBEDAAN MALAIKAT, IBLIS, JIN DAN SETAN

blogger templates
PERBEDAAN MALAIKAT, IBLIS, JIN DAN SETAN



Sebagaimana asal kejadian manusia dari tanah, maka asal kejadian Malaikat adalah dari nur , dan asal kejadian Jin dari nyalanya api. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda ;
Dari Aisya Radiallahu’anhu Ia berkata, Rasulullah bersabda, “Dijadikan Malaikat itu dari nur, dan dijadikan Jin dari nyalanya api, dan dijadikannya Adam dari apa yang disifatkan bagi kamu.” (HR. Muslim)

Untuk membedakan antara Jin dan Malaikat, mengenai hakikatnya, maka perlu diketahui definisi dari tiap-tiap kedua mahluk tersebut. Adapun Malaikat menurut apa yang disebutkan oleh asy-Syaikh Tahir Al-Jazairi dalam Al-Jawahiru Al-Kalamiyyah-nya pada halaman 15 yaitu ;
Meraka adalah dzat-dzat yang halus dijadikan dari nur, mereka tidak makan, dan tidak minum, dan mereka itu hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan mereka, dan selalu melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.

Mengenai Jin kita ketahui bahwa Jin itu adalah mahluk yang berasal dari nyalanya api. Tetapi kita perluas sedikit mengenai hakikatnya, sebagaimana dikatakan oleh as-Sayyid Alawi bin Ahmad as-Saggaf dalam kitab Al-Kaukabu Al-Ajuj halaman 152.
Dan adapun dzat-dzat jin itu, yaitu dzat-dzat yang halus, sebangsa hawa, yang dapat berubah-ubah bentuk dengan bentuk yang berlain-lainan dan dapat nyata daripadanya perbuatan-perbuatan yang aneh-aneh. Sebagian dari mereka ada yang beriman dan ada yang kafir, ada yang taat dan ada yang durhaka.

Adapun Iblis, apabila dipandang dari sudut lafadznya adalah Musytaq (yaitu isim yang memiliki makna yang berbeda dari kata pembentukannya-ed) dari ablasa, yublisu, iblasan yang maknanya ya-i sa, yaitu berputus asa.

Kalau Nabi Adam AS adalah bapak dan asal dari manusia, maka Iblis ini adalah bapak dari pada  bangsa Jin. Imam at-Tabari dari Al-Hasan ia berkata : “Tidaklah Iblis itu dari jenis Malaikat sekejap matapun, dan sesungguhnya dia itu asalnya Jin, sebagaimana Adam asalnya Manusia.

Adapun mengenai ayat perintah sujud kepada para Malaikat lalu dikecualikan Iblis, bukan berarti bahwa Iblis itu sebangsa dengan Malaikat, karena ada istisna’ atau pengecualian itu munqati, artinya mustatsna tidak sejenis dengan mustatsna min hu, Dan Allah SWT tidak pernah menyatakan bahwa Iblis sejenis Malaikat, hanya serupa dinyatakan.

Selanjutnya mengenai Setan. Setan adalah Mufrad dari kata syayatin. Mengenai apa makna dan asal kata setan, as-Syaikh Ahmad as-Sawi dalam tafsirnya pada juz ke-I halaman 5, mengatakan.

Dan lafadz setan itu asalnya dari syatana artinya jauh dari rahmat. Juga dia dikatan berasal berasal dari kata sya-ta dengan makna ihtaraqa artinya terbakar. Dan setan ini nama bagi tiap-tiap yang durhaka dari bangsa Jin dan bangsa manusia.

Dengan keterangan ini  dapat kita pastikan bahwa setan itu adalah sifat dan ia tidak diberi bentuk atau asal tertentu. Jadi Jin yang yang sifat Durhaka, dialah Setan. Demikian pula manusia jika ia bersifat durkahaka maka ia bersifat setan. Terkadang kata setan itu dipakai untuk Iblis, terkadang juga dipakai juga untuk sifat-sifat kedurhakaan daripada jin ataupun manusia. Dalam Surat An-An’am [6] ayat 112 dijelaskan ;



Dan demikianlah, telah kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh-musuh berupa setan yang terdiri daripada manusia dan jin yang membisikan setengah mereka itu kepada setengahnya akan kata-kata yang dihiasi sebagai tipuannya.

Setan manusia ini terkadang teman kita, istri kita, anak-anak kita yang merongrong kita dalam taat kepada Allah SWT azza wajalla, bahkan terkadang diri kita sendiri menjadi setan. Wa Al-‘iyadzu billah, dan ini rupanya yang dimaksudkan oleh Mang Epen dalam memberikan definisi tentang setan manusia, dia berkata “ Huluna segede barang, awakna segede munding. Huluna aya diurang, awakna aya dikuring (kepalanya sebesar udang, badannya sebesar kerbau, kepalanya ada di udang, padannya ada pada diri kami). Dalam hal ini setan manusia Malik bin Dinar pernah berkata : “sesungguhnya setan manusia itu lebih hebat atasku dari pada setan jin, maksudnya apabila aku berlindung kepada Allah, berlalulah daripada aku setan jin. Sedangkan setan manusia itu datang kepadaku, maka menyeret aku kepada segala kemaksiatan”.

Hujattu Al-Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali pun pernah menyinggung persoalan ini, menurutnya ;
Jadilah engkau daripada setan-setan Jin. Dan berhati-hatilah engkau daripada setan-setan manusia. Karena sesungguhnya setan-setan manusia itu telah memberi kesenangan kepada setan-setan Jin daripada kelihatanya.

Suatu hal yang harus kita ketahui juga, bahwa setiap manusia ini akan diberikan teman dari setan jin dan seorang malaikat , sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim ;
Dari Abdullah bin Mas’ud , ia berkata. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang itu akan diwakilkan akan temannya dari bangsa Jin. Mereka berkata; “Begitu Juga engkau ya Rasulullah.”, Rasulullah bersabda.”Aku juga, melaikan Allah telah menolong aku atasnya maka Setanku itu masuk Islam, maka ia tidak memerintah lagi melainkan kebaikan belaka”. (HR. Muslim)



0 Response to "PERBEDAAN MALAIKAT, IBLIS, JIN DAN SETAN"

Posting Komentar