Fast Respon WA ke 085210623636

Apakah Tol Kunciran Bandara Sebagai Salah Solusi Mengatasi Kemacetan di Bandara Soekarno Hatta ?

blogger templates








Ini soal Buffer Zone di Bandaran Internasional  Soekarno Hatta yang tidak memenuhi standar kebandarudaraan. Lihat saja disekitar Bandara Soekarno Hatta di beberapa ruas jalan yang menuju ke Bandara berdekatan langsung dengan Run Way (Landasan Pacu), dan lebih parahnya lagi keberadaan Bandara Soekarno Hatta terlalu Dekat dengan Wilayah Penduduk.  Imbasnya, kita kenal salah satu Bandara Internasional yang ada di dunia, yang didalam bandaranya ada tukar semir sepatu, pedagang asongan, cuci mobil, dan Ojeg Cuma ada di Bandara Soekarno Hatta. Melihat Megahnya Bandara Soekarno Hatta dan karena dampak bedekatan langsung dengan masyarakat, maka wajar kalau masyarakat sekitar iri akan kemegahan itu. Ekonomi yang rendah dimasyarakat sekitarnya dan jenjang pendidikan yang rendah,  mungkin karena keterbelakang itu juga warga disekitar bandara ingin mengais Rezeki di Bandara Soekarno Hatta sesuai dengan kemampuan jenjangnya.

Perencanaan Tata Ruang Kota dalam hal ini Pemerintah Kota Tangerangpun ikut bertanggung jawab atas Macetnya Beberapa Ruang Jalan Menjuju Bandara Soekarno Hatta, pasalnya beberapa Bangunan Pendukung Bandara disekitar Bandara menjamur. Lihat saja hotel-hotel Megah berdiri di benda, gudang-gudang shiper banyak bermunculan. Dan kenapa begitu juga, kita Tau Bahwa para pelancong yang mau ke Indonesia atau wisatan transit setelah mereka keluar bandara Hotel-hotelah yang dituju. Hotel-hotel di dalam Kota Bukan Lagi Solusi buat para pelancong untuk beristirahat, mau menuju hotel dalam kota saja para pelancong sudah dibuat Bete dengan Kemacetan yang ada. Makanya sebagai solusi dan keuntungan dari beberapa pihak, hotel-hotel didekat bandarapun didirikan.

Dengan Target Penumpang di Tahun 2018, PT. Angkasa Pura II (BUMN) cabang Bandara Soekarno Hatta mentargetkan dengan 85 Juta Penumbang dengan Grand Design Bandara Soekarno Yang Baru, maka bisa ditaksir bagaimana jadinya keadaan jalan-jalan munuju Bandara Soekarno Hatta. Kita Lihat saja sekarang ini Terminal 3 Ultimet saja belum jadi, kemacetan sudah terjadi dimana-mana. Jadi sekarang bagi anda calon penumbang dalam kota di Bandara Soekarno Hatta harus siap-siap minimal 3 jam sebelumnya untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta, karena bisa-bisa saja anda terjebak macet.

Didasari hal tersebut dan untuk mengurangi kemacetan di Bandara Soekarno Hatta yang memalui tol dalam kota, maka Pemerintah ingin mempercepat Pembangunan Tol Kunciran Bandara Soerkarno Hatta. Tol ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta ini termasuk pengembangan dari JORR II yang meliputi Jagorawi – Cenere, Cinere – Serpong, Serpong – Kunciran, dan Kunciran Bandara. Kalau JORR II ini semua jadi, Bisa dibayangkan saja bagi orang-orang yang paling utara di tangerang dengan mudah untuk pergi ke Puncak, dan mengucapkankan Good By kepada “Tol Dalam Kota”.

Kita Ketahui bahwa Jalan Tol Bandara Sorkarno-Batuceper - Kunciran sepanjang 14,2 km merupakan bagian dari Ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road tahap II (JORR II) yang melintasi 5 Kecamatan (Benda, Batuceper, Tangerang, Cipondoh, Pinang) dan 12 kelurahan (Benda, Pajang, Jurumudi, Belendung, Batujaya, Batusari, Tanah Tinggi, Buaran Indah, Poris Plawad, Poris Plawad Indah, Pakojan, Kunciran). Jalan tol ini menjadi alternatif lintasan menuju Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.  Jalan tol ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC) anak perusahaan Jasa Marga. 

Bukti keseriusan Pemerintah dalam membangun Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta, hal ini dibuktikan dengan melakukan pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) sebesar Rp 5,5 miliar kepada pemilik 16 bidang lahan seluas  2.831 m² di Kelurahan Pajang, Selasa (4/6). Sementara total perkiraan lahan yang akan dibebaskan seluas 133 Ha. Dilain sisipula ada beberapa warga yang lahannya terkena ruas Jalan Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta Menolak dengan besaran Uang Ganti Rugi tersebut. Yah Wajar Kalau Mereka Menolak, bukan karena mereka Ingin Harga Tinggi dari Pembebasan Lahan itu, tetapi hanya meminta keadalilan dengah Harga yang sesuai.

 

Sumber : Jasamarga.com

Kalau saya melihat dari warga yang MENOTAK atas besaran harga ganti rugi itu dikarenakan harga yang tidak wajar. Kenapa Harga Ganti Rugi tersebut tidak wajar, Lihat saja Tanah di Kampung Baru Kel. Jurumudi disaat proses pembebasan lahan Jalan Tol Kunciran Bandara Soekarno sedang dalam tahap pembayaran bagi warga yang mengajukannya berbarengan pula dengan pemenuhan akan lahan bagi orang-orang kel. Benda yang terkena gusur dan DKI yang ingin membeli dan inves di Kampung Baru Kel. Jurumudi dengan Harga diatas Harga Ganti Rugi Pembebasan Lahan Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta. Itu bukan karena seolah-olah mereka meminta harga tinggi karena akan dibangun TOL, tetapi Dampak Ekonomi dan sosial yang luar biasa atas isu Pembanguan TOL Tersebut. Belum dibangun dan entah kapan dibangun Tol Kunciran Bandara Soekarno tersebut, Harga Tanah disekitar Bandara Soekarno Hatta Sudah Melambung Tinggi.

Hemat saya dan tidak terkesan menggurui, Jelas ada Tahapan Bebebasan Lahan Untuk Kepentingan umum  yang salah yang dilakukan Panitia Pembebasan Lahan dan TIM Penilai.  Sehingga wajar kalau proses pembahasan lahan Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta  MOLOR Kembali.  Baca saja tentang tahapan dan kejanggalan pembebasan lahan Jalan Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta di http://birokrasi.kompasiana.com/2014/10/18/ada-kejanggalan-pada-proses-pembebasan-lahan-jorr-ii-kunciran-bandara-soekarno-hatta-686104.html

Kalau keinginan masyarakat akan Hal Harga yang Wajar ini tidak segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah, sudah dipastikan butuh kurang lebih 5 Tahun atau mungkin lebih lagi Tol Kunciran Bandara Soekarno Hatta akan terlaksana. Jadi siap-siap lagi warga ibu kota bermacet-macet ria menuju Bandara Soekarno Hatta.



0 Response to "Apakah Tol Kunciran Bandara Sebagai Salah Solusi Mengatasi Kemacetan di Bandara Soekarno Hatta ?"

Posting Komentar