Fast Respon WA ke 085210623636

Apa Perbedaan Antara Tafsir Dan Terjemah ? Berdosakah Orang Yang Membaca Al-Quran Tanpa Bertajwid ?

blogger templates
Apa Perbedaan Antara Tafsir Dan Terjemah ? Berdosakah Orang Yang Membaca Al-Quran Tanpa Bertajwid ?



Terjemah artinya ahlih bahasa, disalin dari suatu bahasa kebahasa lain. Tafsir artinya menyatakan maksud dari sesuatu perkataan. Keterangannya terdapat dalam Kitab Lisan Al-Arab , juz ke-XIV halaman 332 ;
At-Turjuman, dengan dammah ta, atau at-Tarjuman dengan Fathah ta, artinya penterjemah, juru bahasa ialah orang yang menerjemahkan perkataan, tegasnya memindahkannya dari satu bahasa ke bahasa yang lain.

Mengenai Tafsirnya ada pada halaman 361 ;
Dan Tafsir itu memnuka/menerangkan arti yang dimaksud dari lafadz yang sulit.

Tersebut pula dalam Tafsir Al-Khazim, juz ke-I halaman 12 ;
Dan dikatakan bahwa kata-kata tafsir diambil dari kata-kata tafsirah (diagnosis). Dan dalil yang diteliti seorang dokter, maka jelaslah apa yang diderita si sakit. Maka seperti demikian juga halnya seorang penafsir, ia menyatakan tentang makna ayat, keadaan ayat, dan kisah ayat.

Mengenai BERDOSA atau TIDAK orang yang membaca Al-Quran tanpa TAJWID, untuk menjawab hal ini terlebih dahulu kami bahas sedikit mengenai pengertian Tajwid ;
Tajwid menurut basaha adalah At-Tahsin, artinya membaguskan. Sednagkan at-tajwid menurut istilah adalah memberikan tiap-tiap huruf akan haknya dan mustahaqnya.
Yang dimaksud dengan Hak huruf adalah sifat dzatiyyahnya yang lazim baginya. Seperti  jahar, syiddah dan istila’.
Sedangkan mustahaqnya adalah suatu sifat yang timbul dari sifat zat itu, seperti tafkhim dan Tarqiq.
Untuk menjawab hukum yang dinyatakan ini, kami membagi menjadi dua bagian ;
1. Hukum Mengetahui ilmu tajwid
2. Hukum mengamalkan tajwid

Adapun mengetahui ilmu tajwid, hukumnya adalah Fardu Kifayah,. Sedangkan membaca Al-Quran dengan tajwid adalah mengamalkan tajwid, dan diwajibkan bagi Muslimin dan muslimat yang mukallaf.

Sebelum kami uraikan nash-nashnya dari Al-Kitab dan as-Sunnah, berikut kami sampaikan bait syair asy-Syaikh Al-Allamah ‘Abu Al-Izz Al-Qalanisi ;
Wahai orang yang bertanya tentang mentajwidkan Al-Quran. Ambilah olehmu jawabannya daripada ahli yang memilliki keteguhan ilmu, niscaya engkau memperoleh petunjuk. Mentajwidkan Al-Quran hukumnya fardhu, seperti hukumnya sholat. Telah datang keterangannya dari hadis dan ayat-ayat. Dan orang-orang yang mengingkari tajwid adalah kafir. Tinggalkanlah olehmu hawa nafsu semacam itu, sesungguhnya ia itu rugi, sedangkan orang yang tidak bertajwid , tetapi tidak mengingkari wajibnya hukumnya berdosa dan berhak mendapat siksa. Dan sesudah disiksa ia akan dibawa ke taman syurga, seperti orang durhaka lainnya. Karena sholat orang yang tak bertajwid itu tidak diterima dan laknat Allah turun atas mereka. Karena mereka telah merubah kitab Tuhanku, dan telah menyeleweng dari halan yang hak. Maka jahuilah olehmu sekalian ...

Demikian keterangan Ulama tentang hukum mentajwidkan Al-Quran. Adapun menurut nash Kitab, yaitu firman Allah SWT QS. Al-Mujammil [73] ayat 4 ;



4. Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Seorang mufassir Al-Baidhawi menafsirkannya “Tajwidkanlah olehmu Al-Quran dengan tajwid yang sempurna.

Diriwayatkan dari Ali Karamallahu Wajhah tentang firman Allah SWT waratti Al-Qurana tartila, bahwa beiau berkata “Tartil itu membaguskan huruf dan mengenal waqaf-waqaf.

Hadis yang berkaitan dengan hal ini adalah Sabda Rasul SAW ; “Terkadang ada orang yang membaca Al-Quran, sedangkan Al-Quran mengutuk dia.

Menurut Syarah Ibu Khazi dan Munla’Ali Al-Qari ;
Apabila ia merusak segala hurufnya, pengertiannya atau dengan pengamalan terhadap isinya. Dan sebagian dari mengamalkan isinya itu adalah mentartibkan dan membacanya dengan sebenar-benarnya bacaan. Karena Allah SWT menurunkannya dalam keadaan bertajwid dan tartil, dan telah sampai kepada kita juga demikian, dari Masyaikh Al-Arifin, dengan tahqiqnya yang muttasil sanad mereka itu kepada Nabi Muhammad SAW dari Jibril dari Lauh al Mahfuz dari Allah ‘azza wa jalla.

Untuk Khulasah (menyimpulkan) jawaban kami ini, kami sampaikan beberapa bait dari al-Manzumat al-Jaza Jazariyyah ;
Dan belajar tajwid itu adalah wajib dan lazim. Barangsiapa tidak mentajwidkan Al-Quran maka ia berdosa. Karena dengan tajwidlah Allah telah menurunkan Al-Quran dan begitu juga darinya sampai kepada kita semua.




0 Response to "Apa Perbedaan Antara Tafsir Dan Terjemah ? Berdosakah Orang Yang Membaca Al-Quran Tanpa Bertajwid ?"

Posting Komentar