Fast Respon WA ke 085210623636

ADILKAH TUHAN DENGAN CIPTAANNYA YANG MEMBEDA-BEDAKAN MANUSIA, DIMANA DAN APA PEKERJAAN TUHAN SEKARANG

blogger templates




Salah satu hal yang wajib diyakini adalah Al-Af'al atau ke-Esaan-Nya perbuatan-perbuatan Allah. dengan makna. tidak ada suatu perbuatan pun pada hakikatnya, melaikan perbuatan Allah semata-mata. dengan akidah ini berararti kayanya kehidupan manusia, miskinnya, cantinya, jeleknya, bainya, jahatnya, semua  itu terjadi pada hakikatnya karena iradat dan qudrat-Nya Allah.

demikianlah hakikat  yang bisa disampaikan dalam maqam ta'lim dan tabyin . akan tetapi dalam hal yang bukan ta'lim dan tabyin , tak perlu orang mengatakan hal yang serupa ini. bahkan diwajibkan bagi setiap hamba melakukan adab (bersopan-santun) kepada Tuhannya sebagaimana wajib menjalankan setiap apa yang disyari'atkan yang didapatnya dalam hukum-hukum peraturan-peraturan agama Islam. yang baik-baik datang dari Allah, yang buruk-buruk timbul dari nafsu angkara murka, inilah adab. dengan adab-adab inilah Anbiya' dan Auliya' memperoleh derajat dan karomah di sisi Allah  dan dengan mencederakan adab ini maka kejatuhan dan kebinasaan iblis dan tentaranya, dan mereka yang mengikuti langkah dan jejaknya.

coba perhatikan adabnya Nabi Al-Khidir as ketika dikatakan : " Maka bekehendak Tuhanmu, bahwa kedua anak yatim itu sampai kepada masa dewasanya."
Dimana Nabi Khidir as menganggap kehendak yang baik itu kepada Allah, akan tetapi dalam hal yang jelek dianggap sebagai perbuatan dirinya. sebagaimana yang Allah menghikayatkan dalam Al-Quran : " Aku berkehendak untuk merusak kapal itu "
ayat yang lain : " Dialah Allah yang menjadikan daku, maka Dia memberi petunjuk kepadaku. dan Dialah yang memberi aku makan dan minum. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan."

Perhatikan dimana Nabi Ibrahim as menyadarkan "petunjuk","pemberian makan minum dan penyembuhan" kepada Allah. Dan beliau "penyakit" kepada dirinya, ketika dikatakannya "wa idza' maridtu" artinya apabila aku sakit, dan tidak dikatakannya "wa idza' amradani rabbi" dan apabila Tuhan beri sakit kepadaku.

Mengenai adab-adab yang dilakukan oleh Anbiya' dan Auliya' terhadap Tuhannya, sebagaimana yang dimaksud firman Allah :
" Dan apa-apa yang mengenai dirimu daripada kebaikanmu, maka itu dari Allah (Dipandang dari sudut terjadinya). Dan apa-apa yang mengenai dirimu dari keburukan, maka itu dari dirimu sendiri (Dipandang dari sudut kasab dan usaha)

dan demikian pada hadist yang diriwayatkan Muslim mengenai hal ini, "Dan 'Ali bin Abi Thalib, dari Rasullah saw bahwasanya ia bersabda "Dan tidaklah patut kejahatan itu disandarkan kepada Engkau. " (HR, Muslim)

Karena yang layak adalah menyadarkan yang baik kepada Allah, dan yang buruk kepada dirinya sendiri. dengan keterangan-keterangan ini, dapat disimpulkan bahwa :
  1. Secara akidah dan hakikat, bahwa segala sesuatu yang baik dan buruk menurut ukuran kita, semua adalah perbuatan Allah. karena pada hakikatnya tidak ada selain Allah yang mempunyai perbuatan. inilah yang dimaksud dengan kata-kata Tauhidu Al-Af'al atau Esanya perbuatan Allah. atau menurut pada Mutakallimin "Sebutan dari pada ketiada bandingan pada perbuatan-perbuatan-Nya. inilah yang dimaksud firman Allah "Katakan olehmu, tiap sesuatu itu datang dari Allah." dan ini pula yang dimaksud firman Allah ; "Dan Allah tidak menjadikan kamu dan dari apa-apa yang kamu perbuat."
  2. Secara syari'at dan adab, maka yang baik-baik disandarkan kepada Allah dan yang buruk-buruk kepada diri kita sendiri 

0 Response to "ADILKAH TUHAN DENGAN CIPTAANNYA YANG MEMBEDA-BEDAKAN MANUSIA, DIMANA DAN APA PEKERJAAN TUHAN SEKARANG"

Posting Komentar